Akhir-akhir ini saya banyak berpikir tentang berbagai hal dalam kehidupan yang saya jalani. Dari semua hasil pemikiran tersebut saya menyimpulkan bahwa hidup ini penuh dengan penantian.
Semenjak saya merasa cukup dewasa dan memiliki kesadaran atas diri sendiri, saya menghadapi begitu banyak penantian. Di saat masih single menanti untuk menikah, setelah menikah menanti untuk memiliki keturunan dan menanti untuk bisa berkumpul bersama suami. Dua hal terakhir adalah penantian-penantian yang saya tunggu saat ini.
Bukannya saya tidak berusaha dan hanya menanti. Segala upaya yang memungkinkan untuk dilakukan telah saya coba. Untuk punya keturunan saya coba menemui suami seintens yang saya bisa, coba memeriksakan diri secara medis maupun alternatif dan berdoa serta meminta kepada Tuhan. Namun ya setelah semua upaya itu pada akhirnya yang bisa saya lakukan adalah menanti. Menanti semua upaya tersebut membuahkan hasilnya.
Dalam hal upaya untuk bisa berkumpul dengan suami saya juga telah lakukan semaksimal yang saya bisa. Saya mengurus proses mutasi pekerjaan dengan menghadapi birokrasi pemerintahan yang penuh lika liku. Saya coba lalui dengan tabah, tanpa melewatkan celah yang ada untuk mempercepat proses mutasi tersebut. Namun apa daya, lagi-lagi hal terakhir yang bisa saya lakukan adalah menanti prosesnya berjalan sesuai harapan setelah semua upaya tersebut.
Ternyata di dalam hidup ini ada begitu banyak hal yang tidak bisa berjalan sesuai dengan rencana kita. Kadang hal yang terlihat mudah dilakukan orang lain bisa menjadi hal yang sangat sukar bagi kita. Bukan karena kita tidak berupaya, namun mungkin memang Tuhan belum menakdirkannya. Segala cerita mengenai optimisme dan pantang menyerah itu tidak semudah realitanya. Pada akhirnya kita merasa lelah dan memasrahkan semua hasil dari upaya tersebut kepada Tuhan.
Itulah segelintir cerita dari pemikiran absurd menjelang tidur di malam ini. Selamat malam.. :)