Tampilkan postingan dengan label Saya Ingin Menikah... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saya Ingin Menikah... Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 September 2011

Saya Ingin Menikah..

Sebenarnya hal ini merupakan sesuatu yang sangat pribadi bagi saya, sehingga hampir tidak pernah saya bicarakan secara terbuka kepada orang lain. Sampai saat saya menulis ini, saya telah genap berpacaran selama sepuluh tahun. Tentunya bukan waktu yang singkat dan saya rasa tidak banyak pasangan yang bisa bertahan selama itu untuk hanya menjadi pacar. Kami berpacaran sejak tahun 2001, waktu itu saya masih duduk di bangku kelas satu SMA. Pacar saya adalah teman sekolah yang umurnya sedikit lebih muda, tapi bagi kami itu bukan halangan. Setelah tamat SMA, kami merantau kuliah ke pulau Jawa. Saya sendiri kuliah di Depok dan dia kuliah di Bandung. Selama hampir empat tahun kuliah itu kami pacaran jarak jauh dimana hanya bertemu setidaknya sekali sebulan.  Setelah menyelesaikan kuliah, akhirnya kami berdua mendapatkan pekerjaan yang sama-sama berada di daerah Jakarta.

Tentunya setelah bekerja  keinginan kami berikutnya adalah menikah, mengingat usia pacaran yang cukup lama dan ingin mempunyai status yang diakui secara hukum maupun agama. Kami pun akhirnya mulai membicarakan keinginan itu kepada keluarga masing-masing. Namun karena saat itu kami belum benar-benar mandiri secara finansial, akhirnya keluarga ingin kami menundanya setelah satu tahun bekerja. Walhasil kami harus bersabar dan mempersiapkan diri untuk kemandirian finansial itu sendiri. Pacar saya selalu berusaha mencari pekerjaan yang lebih baik, tentunya dengan harapan mendapatkan benefit yang lebih menjanjikan agar kami bisa menabung untuk persiapan menikah.

Akhirnya kedua pihak keluarga setuju untuk  melangsungkan pernikahan kami pada bulan Maret 2011, bersamaan dengan pesta pernikahan kakak laki-laki saya. Namun entah mungkin Tuhan berkehendak lain, pada akhir November 2010, pacar saya diterima bekerja di salah satu BUMN dimana mensyaratkannya untuk tidak menikah selama satu tahun pertama. Apalah daya, kami pun kembali diuji untuk bersabar menunggu  setidaknya sampai akhir November 2011. Pada waktu yang hampir bersamaan, saya diterima bekerja sebagai PNS di Sumatera Barat yang membuat kami harus terpisah di dua pulau yang berbeda.

Semua ini tidaklah mudah untuk saya lalui, namun harus saya hadapi. Terkadang godaan datang sehingga terbersit pikiran untuk melabuhkan hati kepada pria lain yang bisa memberikan kepastian. Alhamdulillah karena komunikasi kami terjaga dengan baik dan rasa ketergantungan satu sama lain, kami pun bisa bertahan sampai saat ini.

Sekarang kami sedang mempersiapkan pernikahan itu, yang telah kami tunggu-tunggu  selama sepuluh tahun. Semoga Allah SWT meridhai niat baik ini, dan hubungan kami bisa memasuki babak baru yang lebih baik. Kami ingin memiliki tiga orang anak yang sehat dan cerdas, hidup bahagia sampai Tuhan memanggil salah satu dari kami. Kami ingin melalui berpuluh-puluh tahun lagi bersama, melalui pahit manisnya kehidupan ini dan menggoreskan kenangan bahwa cinta kami pernah ada. Cinta yang kami miliki tidaklah seromantis kisah-kisah drama, tapi ini nyata dan apa adanya. Meski sampai saat ini, saya masih dalam penantian, untuk menikah dengannya..